sekolahpalembang.com

Loading

puisi tentang sekolah sd

puisi tentang sekolah sd

Puisi tentang Sekolah SD: Memori, Mimpi, dan Masa Depan

I. Bangku Kayu Saksi Bisu

Bangku kayu, keras dan kasar,
Saksi bisu cerita dasar.
Diukir nama, penuh coretan,
Kenangan kecil, tak terlupakan.

Di atasnya, buku terbuka lebar,
Menjelajah dunia, tanpa sadar.
Huruf dan angka, jadi teman setia,
Membangun mimpi, setinggi cita.

Bangku ini, bukan sekadar tempat duduk,
Tapi fondasi, kokoh dan teguh.
Menempa diri, jadi pribadi unggul,
Untuk masa depan, yang penuh gemuruh.

II. Papan Tulis, Jendela Ilmu

Papan tulis, hitam legam,
Jendela ilmu, penuh beragam.
Kapur putih, menari lincah,
Menyampaikan pesan, tak pernah lelah.

Rumus matematika, tertera jelas,
Sejarah bangsa, terpatri lekas.
Bahasa indah, merangkai kata,
Menginspirasi jiwa, sepanjang masa.

Di depan papan, guru berdiri,
Membimbing kami, sepenuh hati.
Menyebarkan ilmu, tanpa pamrih,
Membentuk karakter, yang bersih.

Papan tulis, bukan sekedar media, Melainkan pintu gerbang ilmu pengetahuan, yang tiada batasnya. Membuka visi, seluas lautan, Menuju masa depan yang sejahtera.

III. Bendera Merah Putih Berkibar

Bendera merah putih, berkibar gagah,
Simbol negara, penuh marwah.
Di tiang tinggi, ia melambai,
Menyemangati kami, setiap hari.

Setiap pagi, saat upacara,
Kami hormat, dengan rasa bangga.
Menyanyikan lagu Indonesia Raya,
Menjaga persatuan, selamanya.

Bendera ini, bukan sekadar kain,
Tapi identitas bangsa, yang terjamin.
Mengingatkan kami, akan perjuangan,
Para pahlawan, yang berkorban.

Merah putih, warna keberanian,
Putih suci, lambang kesucian.
Kami berjanji, akan menjaganya,
Demi Indonesia, tercinta.

IV. Halaman Sekolah, Arena Bermain

Halaman sekolah, luas dan lapang, Arena bermain, penuh keceriaan. Berlari, melompat, tertawa, Melupakan beban, terhempas sejenak.

Ayunan berayun, tinggi menjulang,
Jungkat-jungkit, naik dan turun berulang.
Perosotan licin, meluncur deras,
Menambah keseruan, tanpa batas.

Di bawah pohon rindang, kami beristirahat,
Bertukar cerita, sambil bersenda gurau hangat.
Membangun persahabatan, yang erat,
Mengukir kenangan, yang tak terperat.

Halaman sekolah, bukan sekadar tempat bermain,
Tapi ruang interaksi, yang menyenangkan.
Melatih kerjasama, dan sportivitas,
Membentuk karakter, yang berkualitas.

V. Kantin Sekolah, Tempat Istirahat

Kantin sekolah, sederhana saja,
Tapi selalu ramai, setiap jeda.
Aroma makanan, menggugah selera,
Mengisi perut, yang lapar mendera.

Nasi bungkus, kentang goreng hangat, es teh manis, pelepas dahaga yang penat. Kami makan bersama, sambil bercerita, Menjalin kedekatan, tanpa kebohongan.

Ibu kantin, ramah dan sabar,
Melayani kami, dengan senyum lebar.
Menjaga kebersihan, dan kesehatan,
Agar kami sehat, dan bersemangat.

Kantin sekolah, bukan sekadar tempat makan,
Tapi ruang sosial, yang menyenangkan.
Belajar berbagi, dan menghargai,
Membangun kebersamaan, abadi.

VI. Perpustakaan, Gudang Ilmu

Perpustakaan, sunyi dan tenang, Gudang ilmu yang tiada tandingannya. Rak buku penuh, berjajar rapi, Menawarkan ilmu, tak terhitung.

Berbagai buku, tersedia lengkap,
Dari cerita anak, hingga ilmu terungkap.
Kami membaca dengan tekun, dan cermat,
Menambah wawasan, tanpa henti berhemat.

Pustakawan, membantu kami mencari,
Buku yang kami butuhkan, dengan teliti.
Memberi saran, dan rekomendasi,
Agar kami membaca, dengan antusiasi.

Perpustakaan, bukan sekadar tempat membaca,
Tapi jendela dunia, yang terbuka.
Membangun minat baca, sejak dini,
Menciptakan generasi, yang berilmu tinggi.

VII. Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Guru, pahlawan tanpa tanda jasa, Memimpin kita, dengan harapan. Mengajari kita, dengan sabar dan tekun, Membentuk karakter yang visioner.

Beliau datang, setiap pagi buta,
Mempersiapkan pelajaran, dengan seksama.
Menjelaskan materi, dengan gamblang,
Agar kami mengerti, dengan gampang.

Guru, bukan sekadar pengajar,
Tapi juga motivator, dan inspirator.
Mendorong kami, untuk berprestasi,
Membangun masa depan, yang pasti.

Kami berterima kasih, kepada guru,
Atas segala jasa, yang tak terukur.
Semoga Allah, membalas kebaikanmu,
Dengan pahala, yang berlimpah selalu.

VIII. Mimpi di Sekolah Dasar

Di sekolah dasar, mimpi terukir,
Cita-cita luhur, mulai terpikir.
Ada yang ingin jadi dokter, insinyur,
Guru, pilot, atau pengusaha jujur.

Kami belajar keras, dan berusaha,
Untuk meraih mimpi, yang kami cita.
Berdoa kepada Tuhan, setiap waktu,
Agar mimpi kami, jadi kenyataan mutu.

Sekolah dasar, adalah fondasi,
Untuk membangun masa depan, yang berisi.
Kami berjanji, akan menjaga nama baik,
Sekolah dan bangsa, dengan segenap baik.

Mimpi di sekolah dasar, adalah harapan,
Untuk Indonesia, yang lebih mapan.
Kami generasi muda, penerus bangsa,
Akan membangun negeri, dengan penuh rasa.

IX. Kenangan Indah Tak Terlupakan

Sekolah dasar, kenangan indah, Tidak akan pernah hilang, dalam sejarah. Teman seperjuangan, setia, Guru tercinta, berjasa.

Setiap sudut sekolah, menyimpan cerita,
Tentang suka duka, dan canda tawa.
Masa-masa indah, yang tak terulang,
Akan selalu terukir, dalam kenangan.

Kami akan selalu mengenang,
Masa-masa di sekolah dasar, yang menyenangkan.
Sebagai bekal hidup, untuk melangkah,
Menuju masa depan, yang lebih berkah.

Kenangan indah, di sekolah dasar,
Adalah harta berharga, yang tak tergeser.
Akan kami jaga, dan kami lestarikan,
Sebagai warisan, untuk generasi depan.

X. Sekolah Dasar, Rumah Kedua

Sekolah dasar, rumah kedua,
Tempat kami tumbuh, dan berkembang biak.
Tempat kami belajar, dan berkarya,
Tempat kami bermimpi, dan bercita-cita.

Kami bangga, menjadi bagian,
Dari sekolah dasar, yang kami sayangi.
Kami akan selalu menjaga nama baiknya,
Dengan prestasi, dan perilaku mulia.

Sekolah dasar, adalah pondasi kuat,
Untuk membangun masa depan, yang hebat.
Kami berjanji, akan terus belajar,
Demi kemajuan bangsa, dan negara.

Sekolah dasar, akan selalu di hati,
Sebagai rumah kedua, yang abadi.
Kami akan selalu mengenangnya,
Dengan penuh rasa syukur, selamanya.